Tegas News
Opini

Menonton Balapan Motor di Pantai Salukaili Pasangkayu di Hari Raya Idul Fitri 1443 H

Citizen`Reporter

Laporan: Farah Kirana Putri

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar

TEGQSNEWS.ID – PASANGKAYU. Bersilaturahim kerumah sanak saudara merupakan salah satu tradisi untuk merayakan lebaran hari raya Idul Fitri, kemudian bepergian ketempat wisata untuk piknik bersama keluarga tersayang tentunya.

Pantai jadi salah satu pilihan sebagaian besar orang untuk menjadi destinasi wisatanya dikala libur lebaran, entah hanya sekedar untuk menikmati angin sepoi-sepoi atau berpiknik dan makan bersama dengan keluarga.

Disisi lain pantai menjadi salah satu tempat balap liar bagi para kawula muda, apalagi di momen Idul Fitri 1443 H atau 2 Mei 2022 Masehi,. Anak muda ini membawa jagoannya yaitu motor yang sudah di “variasi” ke pantai dan melakukan freestyle dengan lawannya disana.

Pantai Salukaili, salah satu pantai indah dan menarik jadi salah satu obyek wisata di Kab. Pasangkayu Sulbar selalu ramai dengan para pembalap liar. Momen libur lebaran jadi ajang unjuk kebolehan balap dan freestyle.

Balap liar yang dilakukan pun sebenarnya tidak mempertaruhkan apapun, tak ada hadiah uang tunai atau semacamnya “Tidak ada hadiahnya, tidak taruhan juga, cuman senang-senang saja.” kata Jamal, sebagai salah satu pembalap liar.

Orang yang berpartisipasi dalam balapan juga tidak ditentukan, semua orang bebas berpartisipasi syaratnya yang penting punya motor. “Sembarang orang boleh ikut, semua bisa, tpi kadang yang dari Clubmotor lebih banyak karena motornya motor yang sudah di variasi” lanjut Jamal.

Setiap peserta balap liar akan memulai dari garis start yang telah didiskusikan sebelumnya dan berakhir digaris finishyang sudah ditentukan pula.

Dalam proses balapannya para pembalap akan melakukan freestyle, seperti menarik panel gas dengan menggunakan kaki atau motor berjalan hanya dengan satu roda dan gaya-gaya yang aneh lainnya namun dianggap cool oleh mereka.

Balap liar tentu memiliki resiko jika dilakukan, tak jarang kasus kecelakaan disebabkan oleh balapan liar, Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya pun banyak kasus kecelakaan yang berujung kematian akibat dari balap liar.

Dan herannya balap liar jadi salah satu tradisi bagi kawula muda setiap hari raya Idul Fitri tiba. Padahal hal tersebut bukanlah perilaku terpuji melainkan hanya kesia-siaan dan kegiatan penuh resiko lagi berbahaya.***

Editor : Yahya

Berita Terkait

PTS Sulsel Menitip Asa Pada Pengurus Baru APTISI Wilayah IX-A

Tegas News

Inilah Makanan Khas dan Wajib Ada di Hari Raya Idul Fitri Bagi Orang Bugis

Tegas News

IKA SMPN 1 Tanasitolo Wajo Usung Nilai Siompe’, Sipakkinra dan Mappabate

Tegas News

Berfikir Tingkat Tinggi di Era 4.0

Tegas News